Minggu, 30 September 2012

Galau Memilih Jurusan

Aku bingung mau masuk jurusan apa setelah lulus SMA nanti. Orang tua ingin aku masuk kedokteran, tapi entah kenapa aku merasa kurang yakin memilih jurusan itu. Setiap kali orang bertanya, "setelah lulus nanti mau lanjutin kemana?", aku tidak yakin kalau menjawab "kedokteran", sepertinya ada yang menjanggal di hati. Aku lebih tertarik untuk masuk ke jurusan kimia MIPA. Mungkin karena aku sangat suka dengan pelajaran kimia. Tapi banyak saudaraku yang mengatakan kalau masuk dijurusan kimia itu prospek kerjanya sangat sedikit, mereka bilang kalau mau milih jurusan itu harus dilihat dulu prospek kedepannya. Awalnya aku menuruti permintaan mereka untuk masuk kedokteran, tapi lama-lama aku mulai tertarik untuk masuk MIPA lagi. Aku coba search di google tentang prospek kerja jurusan MIPA, ada banyak sekali, salah satu diantaranya menjadi ilmuwan/peneliti, guru/dosen, atau bekerja di laboratorium. Aku semakin yakin untuk masuk jurusan itu.

Kelas 12 tak perlu memboyong nama besar suatu Universitas jika apa yang mereka pilih tidak berdasarkan keinginan hati nurani mereka. Percuma mereka masuk di Universitas Negeri ternama sekalipun kalau jurusan yang mereka ambil tidak mereka sukai dan kuasai. Sukses bukan apa-apa bila kita tidak menikmatinya. Tidak ada orang yang sukses hanya gara-gara dia kuliah di jurusan/fakultas tertentu. Mereka sukses karena belajar & bekerja sungguh-sungguh sehingga jadi baik! Kerjakan apa yang kamu sukai, FOLLOW your passion! Dan aku yakin, passionku ada di kimia :)

Ada beberapa artikel yang aku copas, yang menurutku menarik untuk dibaca :

1. Jurusan kedokteran atau kedokteran gigi adalah jurusan elit yang memberikan jaminan kaya. Jurusan ini menjadi incaran sebagian besar lulusan SMA. Jurusan ekonomi dan bisnis juga demikian. Akan tetapi bagaimana dengan jurusan yang tidak favorit seperti MIPA, pertanian, kehutanan, filsafat, budaya? Daripada ngambil jurusan kayak gitu lebih baik berhenti sekolah sekalian. Ngapain? Kerjanya juga gak ada… Inilah anggapan yang beredar di masyarakat. Kerja, kerja, dan kerja… Hanya itulah fungsi kuliah di sini. Padahal kalau saja orientasi kuliah untuk bekerja ini dihapus, kita bisa katakan segala jurusan memiliki prospek yang bagus. Saya mengatakan prospek, bukan prospek kerja. Sekali lagi saya katakan, kuliah adalah untuk berkarya. Bukan bekerja. Coba saja kita tengok negara-negara maju. Jurusan Ilmu Alam (Natural Sciences)  lulusannya akan dipakai di dunia penelitian sebagai ilmuwan dan hasil riset mereka dapat digunakan untuk perkembangan negara. Pada intinya sebenarnya jurusan-jurusan yang saya sebutkan diatas (MIPA) memang kurang begitu bisa diterima di dunia komersial atau industri, akan tetapi lebih dari itu, jurusan-jurusan diatas bisa menjadi jurusan yang melahirkan para ilmuwan-ilmuwan besar dan bisa berkontribusi di masyarakat. Bukankah banyak kita lihat para ilmuwan seperti Albert Einstein, Madame Curie, Antoinne Lavoisier, atau bahkan Yohanes Surya lahir dari fakultas MIPA? Sering sekali anggapan masyarakat keliru soal jurusan ini. MIPA dianggap sebagai jurusan yang mendidik guru atau dosen sehingga lulusannya pun sudah dapat dipastikan bakal menjadi guru atau dosen.Diluar negeri dapat dipastikan lulusan jurusan2 ini akan menjadi ilmuwan. Akan tetapi kembali lagi, di Indonesia sulit untuk bergerak di bidang ini. Hampir tidak ada yayasan yang mau membiayai para peneliti di Indonesia. Walhasil, mereka malah justru dicaplok negara lain. Otak mereka diserap oleh negara lain untuk kepentingan negara itu. Oleh karena itu, janganlah takut mengambil jurusan MIPA. JIka memang tujuan kalian adalah menjadi peneliti, maka pilihlah MIPA. Jangan malu kuliah di MIPA hanya karena tidak memberikan prospek “kerja”. Banggalah kuliah di MIPA karena di MIPA-lah para ilmuwan terbesar lahir. Karena MIPA-lah kita bisa merasakan perkembangan dunia yang dirangkai oleh para ilmuwan. (http://joevaryanwords.wordpress.com/2009/06/05/mipa-dan-ilmuwan/)



2. para ilmuwan di negeri ini kurang dihargai, riset yang dilakukan para peneliti seakan hanya dianggap main-main tanpa dikembangkan dengan serius, kita bandingkan dengan Negara riset, contoh Jerman dan Jepang, mereka totalitas untuk menemukan dan mereka totalitas untuk mengembangkan, semua cabang ilmu saling dihargai, tidak ada diferensiasi mana yang lebih hebat mana yang lebih berpengaruh, tapi di jepang mereka punya satu misi, berbakti untuk negeri dengan industri, begitu dengan jerman, tiada hari tanpa riset, tiada hari tanpa ilmu, pemerintah mendukung total riset-riset yang muncul dari saintis-saintis jerman, tak jarang jika negeri kita kalah telak dengan jerman dan jepang, bahkan dari segi apapun mulai dari sepak bola, politik, ekonomi, keuangan, industri, sains dan lain-lain, pola pikir instan membuat negeri kita jalan ditempat, tertinggal dari Negara-negara lain, kurangnya perhatian terhadap saintis-saintis muda membuat mereka (baca: ilmuwan) kurang percaya diri.
Coba kita lihat Professor-Professor dari Kimia Indonesia, banyak yang jadi Invite Speaker baik di Simposium, Seminar, Konferensi dan sebagiannya, salah satunya adalah Prof.Harno Dwi Pranowo, Professor di bidang Kimia Komputasi ini sangat sering menjadi Invite speaker dalam Simposium, Konferensi dan sebagiannya baik di Indonesia maupun di Luar negeri, akhir-akhir ini beliau menjadi Invite speaker di Turki dan Israel, ini adalah contoh kesuksesan Chemist yang benar-benar mengerti makna dari kata love and life is chemistry. (http://kmkimia.mipa.ugm.ac.id/2012/07/opichemists-kenapa-sih-masuk-kimia-mipa/)

3. "begini sudah salah dari mental , orang2 ingin kuliah karena mau kerja , mau kerja karena mau dapat duit , mau duit karena mau hidup kecukupan/berlebihan/aman/nyaman...
kenapa setelah lulus sma ga langsung kerja? pasti jawabannya , kerjanya ntar berat , gengsi karena teman lain kuliah, gajinya tak besar, sma lebih sedikit lowongan. percayalah , yang namanya gaji/uang/kekayaan/pekerjaan itu semua sesuai dengan kualitas dirimu.



Jurusan terbaik adalah yang sesuai dengan minat kita, jurusan yang termudah adalah jurusan yg kita sukai. Dan mimpiku, tak akan kubiarkan hanya menjadi sekedar MIMPI !

6 komentar:

  1. aku pengen nambahin nih sitha. kita senasib kok, aku juga awalnya milih jurusan yang mentok sama kesukaanku, tanaman dengan jurusan agronomi di pertanian dan geologi di fakultas teknik atau teknik geologi. kebanyakan dari mereka menanyakan, kemana setelah kuliah di jurusan itu? mau langsung kerja? atau nganggur? atau gimana? kebanyakan dari mereka menganjurkan untuk memilih jurusan ekonomi, supaya mudah dapat pekerjaan. tapi aku mikir, sitha. justru ekonomi, kedokteran gigi, kedokteran atau jurusan favorit yang menjanjikan langsung dapat kerja dan dapat uang banyak lebih susah saingannya, kompetensinya dituntut lebih dan juga mesti dua kali usaha lebih keras dibandingkan memilih jurusan lainnya. bukan ingin meremehkan jurusan lain, tapi aku pernah dengar kata, orang sukses, lahir dari yang sedikit.

    berarti bisa saja dong, dimana kita kuliah, jurusan apapun, kita bisa sukses, asalkan kita mampu membawa diri. termasuk pula kuliah di mipa kayak kamu :D untuk jadi peneliti (atau kamu emang mau banget jadi peneliti), mipa lah yang cocok sama kamu. lebih enak lagi kalau milih jurusan sesuai dengan minat, hobi, mimpi pula. pasti kesana-sananya bakal lebih enjoy dan nggak terbebani. nah, kalau mereka belum mengerti apa yang kita mau? mungkin kita mesti usaha lebih keras dan kita tunjukkin sama mereka kalau jurusan yang kita pilih juga menjanjikan :D

    yuk saling mendukung! ^^ aku juga masih galau milih jurusan, seenggaknya udah ada bayangan jelas supaya lebih terarah. GANBATTE sitha!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nadia, bener banget itu. apapun jurusannya, kalau kita bisa mnjadi lulusan yg berkualitas, nanti banyak perusahaan yg mencari kita, bukan kita yg mencari perusahaan. tergantung kualitas diri kita masing².

      Hapus
    2. dan tergantung sama niat kita masing-masing. pengennya dimana dan jadi apa. kalau bisa fleksibel sama lingkungan, ya bisa aja kan kita kerja ditempat yang bukan bidang kita karena kualitas tadi :D

      Hapus
    3. pandangan yg slah tu ckrg jur teknik geologi tu amat sngat berprosfek, bidang pertambangan dan perminyakan amat btuh ahli geologi, soal gaji jngan ditanya udh pasti besar

      Hapus
  2. Sip...lakukan dan ikuti kata hati...pasti hasilnya jauh lebih baik...

    BalasHapus
  3. aku suka aku suka :D jd tambah semangaaaaat thanks mbak sitha iloveyou *apa ini :D*

    BalasHapus

Ayo jangan malu-malu untuk berkomentar