Minggu, 25 Agustus 2013

Lagu Cinta Untuk Mama

Apa yang kuberikan untuk mama
untuk mama tersayang
tak kumiliki sesuatu berharga
untuk mama tercinta

Hanya ini kunyanyikan
senandung dari hatiku untuk mama
hanya sebuah lagu sederhana
lagu cintaku untuk mama

Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
rasa cintaku tuk mama
namun dengarlah hatiku berkata
sungguh kusayang padamu mama ♥


Nasehat Guruku

Aku punya seorang guru. Guru yang hebat, yang selalu menyemangatiku. Aku suka sekali konsultasi masalah jurusan, mimpi, dan hal-hal lainnya. Ada beberapa nasehatnya yang membuatku merinding membacanya.. *hueheehee lebay banget sampe merinding segala kau sit*
Nasehat ini dikirim waktu aku lagi pesimis dengan mimpi-mimpiku:
"Ingat ya nak, apa yang ada didepan sitha itu yang terbaik, dengan syarat dijalani dengan keikhlasan dan kesungguhan hati. Ibu yakin itu akan membawa anugerah dalam hidup sitha kedepan nanti. Yakinlah ya nak." *iya bu! saya yakin!*

"Yang namanya mimpi itu untuk usaha, kalau realita itu garis kehidupan. Jadi kita harus tetap punya optimis untuk menyemangati diri sendiri. Kalo itu ga ada, orang akan putus asa. Semangat ya nak, kamu belum selesai, jangan menyerah berjuang terus" *okelah bu! saya ga akan menyerah. berjuang, berusaha, dan semangaatt! uyeeaahh*
Kalau yang ini adalah balasan sms dari guruku ketika aku mengiriminya sms bahwa beliau adalah guru hebatku
"Anakku sitha, bukan, keliru. Nanti ibu akan menunggu sitha yg akan bisa mencuat dan selalu didoakan ibu dan dinanti. Selamat berjuang ya nak. Kamulah nanti yang akan mencuat didunia ilmu di negara ini, sekali lagi selamat berjuang untuk meraih cita-cita yang tulus, AMIN."
*Duuh, soo sweet beneeer yang ini buuu*

"mencuat di dunia ilmu di negara ini"? Huaaa.. Ya Allah, bisa nggak yaaah.. Aku sih pengeen sebenernyaa jadi guru besar kimiaa, jadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Menulis buku, menebar inspirasi buat sesama, pengen orang-orang bisa terinspirasi dengan tulisan-tulisanku. Tapi bisa nggak, ya? Ya Allah, bimbing hambamu ini ya agar cita-citaku bisa tercapai..
Tapi kalaupun cita-citaku nggak tercapai, tolong bantu hamba Ya Allah. Bantu hamba untuk mengingat kalau cinta-Mu lebih besar dibandingkan kekecewaanku. Bantu hamba untuk mengingat kalau rencana-Mu untukku jauh lebih baik daripada mimpi-mimpiku. Itu saja..

Ibu guruku, pesan-pesanmu masih ku simpan untuk penyemangat dalam menggapai cita-citaku. Sekarang aku adalah pejuang mimpi huehue.. Semangat! Yeay!


Selasa, 21 Mei 2013

WISUDA SMA: Is The End ?

"Sampai jumpa kawanku.. semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan..."

Siang ini, jari-jariku menari diatas keybord PC, sambil ditemani lagu kisah klasiknya Sheila On 7. Lagu ini pas sekali ketika aku memposting cerita ini..

Tanggal 18 Mei 2013 aku melaksanakan wisudaku, bukan wisuda sarjana, tapi SMA. Tidak terasa 3 tahun berjalan sangat cepat sekali. Padahal terasa baru kemarin aku mendaftar di SMA Tamansiswa (Taman Madya) Malang, eh tiba-tiba sekarang udah wisuda.

Yah., waktu memang cepat berlalu. Hari ini aku akan berpisah dengan teman-temanku yang sudah kuanggap seperti saudara. Mereka semua adalah teman-teman terbaik yang pernah kumiliki. Susah senang kami jalani bersama. Mulai dari jala-jalan bareng, buka puasa bersama, membuat video kelas, sampai dengan ketika kita mengikuti berbagai macam ujian yang melelahkan pikiran dan tenaga.

Dan tentu saja, aku juga akan berpisah dengan pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasaku.. Mereka adalah guru-guru terbaikku. Aku senang menjadi anak didik mereka. Aku tidak lupa untuk selalu mendoakan mereka, pahlawan-pahlawanku. Suatu saat nanti, aku pasti akan merindukan mereka, Pak Yazid yang selalu bercanda disaat kita serius dan selalu serius disaat kita bercanda, Bu Niken yang selalu memberikan cerita dan ceramah, Bu Naning yang unyu ( haha :D ), Bu Tatik yang ramah dan disiplin, Bu Nurheni yang tegas, Pak Gatot yang apa adanya, Bu Tri Heni yang asyik, dan masih banyak lagi. Mereka semua unik-unik. Adakah sosok seperti mereka nantinya? Ah.. aku rasa gak bakalan ada. Nggak akan ada sosok seperti mereka.

Kalau boleh jujur, sejak bersekolah disini aku baru mengerti arti seorang guru. Apalagi disekolahku kekeluargaannya sangat kental sekali. Inilah yang membuat aku merasa berat sekali berpisah dengan mereka semua. Untuk teman-teman dan pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasaku, terima kasih ya sudah mengisi hari-hariku selama 3 tahun ini :) Pokoknya kalian semua gak bakalan terganti... :')

Aku ingat pidato temanku, Ana, ketika wisuda. Dia bilang begini, " Meskipun raga kita berpisah, tetapi jiwa kita tetap bersama" :')

Mungkin ini adalah foto-foto yang akan menjadi kenangan kita, teman...

akan menjadi kenangan manis... :')


Sukses selalu SMA-ku. SMA Tamansiswa Malang :)



Dari kiri ke kanan --> aku, bu tatik, leo

HAAA!!!


Kamis, 09 Mei 2013

SBMPTN 2013: Bisa Asal Ada Usaha dan Doa

UN sudah selesai! Puncak dari sekolah selama 3 tahun sudah dilaksanakan selama 4 hari. Eiittss! Tapi tunggu dulu, UN selesai bukan berarti kita bisa santai-santai aja, seneng-seneng, sampe gak nyentuh buku sama sekali. Bagi anak yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi, itu semua belum berakhir lho, karena kita masih akan dihadapkan dengan berbagai tes untuk masuk ke PTN. SNMPTN! yah SNMPTN, yang sekarang sudah berganti nama menjadi SBMPTN. Seluruh anak se-Indonesia bersaing untuk mendapatkan kursi di salah satu PTN bergengsi. Jadi, kita tidak boleh santai-santai saja ya, karena kita akan brsaing dengan anak-anak se-Indonesia.

Jadi, kita nggak boleh lah lengah sedikit. Harus dipersiapkan matang-matang. Pokoknya kita harus ngalahin nilai pesaing kita yang memilih prodi sama dengan kita. Nggak mau kan kalau impian kita direbut sama orang lain. Ingat yah, ditengah kemalasanmu ada 29500 lawan yang ingin merebut impianmu. Sudah sadarkah kita?

Nggak munafik sih, saya juga pernah malas belajar. Tapi saya punya quote yang bisa membangkitkan semangat belajar saya. "Disaat kamu bermalas-malasan, 4000 pesaingmu sedang belajar untuk merebut impianmu" . Kalau sudah baca quote ini, saya langsung semangat belajar! Saya nggak mau impian/cita-cita saya direbut orang lain.

Memang sih, kadang kita merasakan kejenuhan ketika belajar, termasuk saya sendiri pernah merasakannya, tapi apa yang akan kita dapatkan nantinya itu akan sesuai dengan usaha yang kita keluarkan. Segala kesuksesan, keuntungan, keberhasilan, selalu diawali dengan kesakitan, kerja keras, dan kesabaran. Kita akan mendapatkan sebesar yang kita perjuangkan. Contohnya saja, Rani yang sehari-harinya santai-santai saja, selalu berada dalam zona nyamannya, dia hanya belajar ketika malam menjelang ujian. Beda halnya dengan Rini yang telah mempersiapkan ujian jauh-jauh hari sebelumnya, bekerja keras, dan diimbangi dengan aktivitas rohani seperti puasa dan shalat malam. Maka jika akhirnya Rini berhasil kuliah di PTN favorit dan jurusan favorit, sedangkan Rani hanya terjaring di sebuah PTS pinggiran yang sama sekali tidak bonafid, itulah sunnatullah. Memang segalanya kembali ke usaha kita masing-masing.

Kadang kita merasa pesimis ketika melihat jumlah kuota dan peminat tahun lalu. Misalnya, jurusan Teknik Kimia UI, perbandingannya 1:33. Bayangkan saja, 1 bangku direbutkan oleh 33 orang. Tapi saya tahu, mereka-mereka yang lolos itu adalah orang-orang pilihan. Apa yang mereka dapatkan itu sesuai dengan usaha dan kerja keras mereka selama ini, tidak lupa juga dengan doa :')

Fighting buat SBMPTN nanti! semoga kita menjadi orang-orang pilihan seperti diatas. Amien.
GANBATTE teman-temaan..... :D  

Selasa, 09 April 2013

Guruku Teladanku

Ibu Tatik Tri Hidayati, seorang guru kimia kelas 11 dan guru biologi kelas 12. Dari dulu aku selalu kagum pada beliau, karena bisa menguasai dua mata pelajaran yang menurutku susah, beliau juga pintar, ramah, dan disiplin. Bu Tatik juga adalah salah satu guru yang sangat menginspirasiku. Yah, dari sikapnya, cara mengajarnya, pokoknya semuanya deh, secara tidak langsung memotivasiku untuk bisa lebih baik. Suatu ketika aku pernah berkata pada temanku,

"Kapan ya aku bisa seperti Bu Tatik? Sudah pintar, disiplin, baik lagi".

Lalu temanku menjawab, "Tenang aja Sitha, nanti kamu pasti bisa seperti Bu Tatik kok, hehe".

Kadang ketika Bu Tatik mengajar kimia yang ada hitungannya, cara menghitungnya cepat sekali, sampai ada temanku yang bilang gini, "Wah kalkulator aja bisa kalah nih sama Bu Tatik". Aku hanya tertawa mendengarnya. Memang benar sih, Bu Tatik itu hebat menurutku. Beruntung sekali dikaruniai kelebihan itu sama Allah. Aaah pengen sekali seperti itu, Ya Allah...

Lihat tuh! Sebelum rapat guru, Bu Tatik narsis dulu sama kitaa haha :D

Pada hari ini, hari Selasa, 9 April 2013, tepatnya tadi pagi, adalah hari terakhirku menerima pelajaran biologi di bangku SMA. Pagi itu, ketika aku memasuki kelas, aku melihat pengumuman di papan tulis, bunyinya, "pelajaran biologi jam ke 3-4 harap ke lab". Pikirku, Bu Tatik pasti akan membahas soal di lab, karena tidak mungkin kan kalau kami melakukan praktikum padahal UN sudah tinggal 4 hari lagi.

Ketika kami memasuki lab, benar kataku, Bu Tatik membahas latihan soal. Setelah semuanya dibahas, beliau memperlihatkan kami beberapa video motivasi. Aku tahu, hal itu dilakukan untuk membangkitkan semangat belajar kami yang akan menghadapi UN. Ketika video pertama selesai diputar, beliau memberikan sedikit motivasi kepada kami. Aku melihat, aku melihat mata Bu Tatik, mata beliau berkaca-kaca, seperti mau menangis. Pada saat itu, aku belum berpikir macam-macam.

Kemudian beliau melanjutkan memutar video berikutnya. Ketika semua video sudah diperlihatkan kepada kami. Beliau berkata dengan lembut, "Anak-anakku, mungkin saya hanya bisa mengantarkan kalian sampai disini. Maafkan semua kesalahan saya selama mengajari kalian." Rasanya sedih sekali ketika mendengar kalimat itu. Lalu hal yang tidak kuduga, Bu Tatik menangis. Sungguh, kali ini beliau menangis, menangis didepan kami. Baru kali ini aku melihat Bu Tatik menangis. Baru kali ini aku melihat seorang guru menangis di depan murid-muridnya. Baru kali ini aku merasa kehilangan sosok guru yang menjadi teladan bagiku. Dan baru kali ini aku mengerti arti dari kalimat, Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa..


Suasana diruang lab menjadi haru. Teman-temanku ikut menangis. Ah.. Engkau memang guru yang benar-benar sempurna dimataku... Suatu saat nanti aku akan merindukanmu.. Hiks..
 Ada beberapa kalimat dari beliau yang membuat aku tersentuh dan berpikir betapa mulianya hati beliau, guru yang sangat mencintai kami, menyayangi kami, murid-muridnya..

"Sebelum UN, kalian harus meminta maaf kepada guru-guru yang lain. Tapi tidak usah meminta maaf sama saya, karena dimata saya, kalian semua tidak ada yang salah."

"Tidak usah menghitung tinggal berapa hari lagi UN, yang penting masih ada waktu. Masih ada waktu untuk belajar, walaupun hanya beberapa hari."

Mungkin bagi orang lain kalimat itu terkesan biasa saja, tapi menurutku luar biasa :')
Aku janji, aku akan melakukan yang terbaik untuk ujian nasional biologi nanti. Semoga bisa mendapat hasil yang maksimal.

Setelah kejadian ini, aku jadi kepikiran sampai dua hari. Suer deh. Beruntung sekali punya guru seperti ini. Allah baik banget sudah mempertemukan aku dengan guru seperti Bu Tatik. Ya Allah, makasiih.. makasiih..
Pelajaran biologi hari ini tidak akan aku lupakan begitu saja. Pelajaran biologi terakhir. Akan menjadi kenangan manis dalam hidupku :')

Bu Tatik...
Guru yang sangat disiplin, pintar, selalu datang tepat waktu ke kelas. Seorang guru yang gesit alias penuh energi :D. Benar-benar guru teladan bagiku. Terima kasih atas bimbingan Ibu selama ini. WE LOVE YOU, Bu Tatik ♥ :')




Selasa, 19 Februari 2013

Ujian Nasional ? Siapa takut


Kelas 12.. Hanya dipenuhi oleh ujian, ujian, dan ujian. Try out tiap bulan, bimbel tiap hari, minggu pun aku masuk sekolah. Rasanya tidak ada kata libur, temanku saat ini hanya buku. Aku sadar, ada beberapa pelajaran yang belum aku kuasai. Ada perasaan bersalah ketika kita tidak belajar, apalagi sudah kelas 12 seperti sekarang ini. Belum lagi harus memikirkan untuk masuk PTN mana, jurusan apa, dll.

Tahun ini UN akan dibuat menjadi 20 paket soal. Tidak bisa membayangkan, 5 paket saja kami sudah bingung, apalagi sampai 20 paket. Awalnya aku merasa khawatir mendengar kabar ini. Tapi aku sadar, tidak ada kata 'tidak bisa', tidak ada yang mustahil di dunia ini, yang lain bisa kenapa aku tidak bisa? Semua sudah diatur sama yang diatas. Perbanyaklah latihan soal, asah kemampuan kita, asah otak kita untuk menjawab soal. Latihan soal membantu kita untuk mengetahui berbagai jenis soal UN. Bertahap, kita pasti bisa.

Kita sebagai pelajar juga tidak boleh hanya mengandalkan otak saja, kita juga harus mengandalkan doa. Berdoa supaya lulus, doakan teman-teman juga, doakan guru-guru kita juga. Believe in yourself, we can do it ! Yakin kalau kita bisa.

Memang susah ya jadi anak kelas 12, tapi itu semua kulakukan untuk masa depanku nanti, untuk masa depan yang cerah, agar bisa membanggakan orang tua dan guru-guruku.

Semoga kita semua bisa lulus dan apa yang kita cita-citakan tercapai. Dan untuk teman-teman kelasku, XII-IPA, sampai ketemu di gerbang kesuksesan kita nanti.



Sabtu, 01 Desember 2012

Guruku Pelita Hidupku

Untuk seseorang yang mengajarkanku arti tanggung jawab, mengajarkan aku arti kedewasaan... Guru kimia terbaik yang pernah kumiliki...

Ibu Pudji Setyaningsih.. atau sering aku panggil Bu Naning..



Bu Naning itu berbeda dengan guru-guru lainnya. Entah kenapa, setiap pelajaran yang ibu ajarkan selalu saja ada hal-hal yang menarik, lucu, dan menyenangkan. Gaya mengajar ibu juga khas sekali.
Aku sangat menghargai dan mengagumi cara Bu Naning mengajar. Dengan sabar ibu mengajarkan aku dan teman-teman pelajaran kimia. Walaupun kadang tingkah kami keterlaluan, bahkan aku tahu waktu itu ibu hampir berputus asa hanya karena kebodohan kami.

Ada satu cerita yang tidak bisa aku lupakan. Waktu itu hari Kamis, 29 November 2012, aku dan teman-teman harus mengumpulkan PR kimia yang lumayan banyak. Sehari sebelumnya, ketika pulang sekolah, aku langsung menyempatkan untuk mengerjakannya. Walaupun rasanya lelah sekali. Tapi aku tidak bisa menundanya, karena aku juga harus belajar Matematika untuk ulangan dan menyelesaikan PR Bahasa Inggris yang harus dikumpulkan pada hari yang sama. Ketika adzan Isya, semua PR kimia dan bahasa inggris sudah aku selesaikan, selanjutnya aku harus belajar matematika. Walaupun masih jam 19.30, rasa kantukku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Mataku sudah tidak kuat lagi. Kepala sudah terasa pusing. Akhirnya, kuputuskan untuk tidur saja. Keesokan harinya, ternyata sebagian dari teman-temanku tidak mengerjakan PR kimia. Padahal sehari sebelumnya, Bu Naning sudah mengingatkan kami untuk mengerjakan PR tersebut dan terpaksa ulangan yang mestinya dilaksanakan hari ini ditunda karena Bu Naning tahu kalau kami harus menyelesaikan banyak PR. Bu Naning marah. Ya, pasti. Bu Naning menyuruh mereka yang tidak mengerjakan PR keluar kelas. Baru kali ini aku melihat Bu Naning mengeluarkan murid dari kelas. Bu Naning pasti kecewa, terlihat dari raut wajahnya. Aku mengira kalau pelajaran kimia pada hari ini tidak akan menyenangkan, karena ibu pasti mengajar dalam keadaan marah. Tapi ternyata setelah mereka keluar kelas, Bu Naning memulai pelajaran seperti biasa. Tidak marah-marah dan tidak menyinggung masalah tadi. Sesekali senyumnya keluar ketika mengajar dan terselip sedikit candaan. Haaa... rasanya lega sekali melihat itu semua. Ternyata apa yang aku takutkan tidak terjadi. Pelajaran kimia tetap menyenangkan. YES! Ulalaaa~
Satu hal yang membuat aku kagum lagi yaitu Bu Naning selalu menyempatkan waktu untuk membalas setiap pertanyaan saya mengenai  pelajaran kimia  melalui pesan singkat yang saya kirim. Walaupun terkadang aku selalu merasa khawatir. Takut Bu Naning sedang sibuk dan aku mengganggu waktu ibu. Tapi ternyata ibu malah menyuruh teman-temanku yang lain untuk sms/menelpon jika ingin bertanya mengenai pelajaran kimia yang tidak dimengerti di luar jam sekolah.

Aku ingat ketika guru matematikaku, Pak Gatot, pernah mengatakan kalau Bu Naning adalah salah satu guru teladan se-Jawa Timur. Sebagai murid Bu Naning, aku ikut bangga mendengar hal itu. You're the best teacher who ever I have, surely. I'm very proud to be your student :) Ibu juga yang sudah bikin aku suka sama pelajaran kimia. Ini bener lho, bu. Huehehe
 Aku bersyukur sekali, karena Allah telah memberikanku guru yang sangat berharga seperti Bu Naning. Ibu bukan hanya seorang guru, tapi juga seorang motivator dan orang tua bagiku.

Walaupun hari guru sudah lewat seminggu yang lalu, ijinkan aku mengucapkan terima kasih atas kerja keras ibu mengajar selama ini, atas semua pengertian, nasehat, juga kesabaran ibu. Juga atas semua sikap ibu yang benar-benar menginspirasiku. Terima kasih ya Bu Naning.. Terima kasih banyak.. Aku tidak tahu lagi apa yang harus kuucapkan, karena sesungguhnya tidak ada kata yang cukup untuk mendeskripsikan rasa terima kasihku pada ibu...

Semoga suatu saat nanti Bu Naning dapat melihat kesuksesanku dan teman-teman, sebagai hadiah terbesar dan terindah untuk ibu... :')