Selasa, 09 April 2013

Guruku Teladanku

Ibu Tatik Tri Hidayati, seorang guru kimia kelas 11 dan guru biologi kelas 12. Dari dulu aku selalu kagum pada beliau, karena bisa menguasai dua mata pelajaran yang menurutku susah, beliau juga pintar, ramah, dan disiplin. Bu Tatik juga adalah salah satu guru yang sangat menginspirasiku. Yah, dari sikapnya, cara mengajarnya, pokoknya semuanya deh, secara tidak langsung memotivasiku untuk bisa lebih baik. Suatu ketika aku pernah berkata pada temanku,

"Kapan ya aku bisa seperti Bu Tatik? Sudah pintar, disiplin, baik lagi".

Lalu temanku menjawab, "Tenang aja Sitha, nanti kamu pasti bisa seperti Bu Tatik kok, hehe".

Kadang ketika Bu Tatik mengajar kimia yang ada hitungannya, cara menghitungnya cepat sekali, sampai ada temanku yang bilang gini, "Wah kalkulator aja bisa kalah nih sama Bu Tatik". Aku hanya tertawa mendengarnya. Memang benar sih, Bu Tatik itu hebat menurutku. Beruntung sekali dikaruniai kelebihan itu sama Allah. Aaah pengen sekali seperti itu, Ya Allah...

Lihat tuh! Sebelum rapat guru, Bu Tatik narsis dulu sama kitaa haha :D

Pada hari ini, hari Selasa, 9 April 2013, tepatnya tadi pagi, adalah hari terakhirku menerima pelajaran biologi di bangku SMA. Pagi itu, ketika aku memasuki kelas, aku melihat pengumuman di papan tulis, bunyinya, "pelajaran biologi jam ke 3-4 harap ke lab". Pikirku, Bu Tatik pasti akan membahas soal di lab, karena tidak mungkin kan kalau kami melakukan praktikum padahal UN sudah tinggal 4 hari lagi.

Ketika kami memasuki lab, benar kataku, Bu Tatik membahas latihan soal. Setelah semuanya dibahas, beliau memperlihatkan kami beberapa video motivasi. Aku tahu, hal itu dilakukan untuk membangkitkan semangat belajar kami yang akan menghadapi UN. Ketika video pertama selesai diputar, beliau memberikan sedikit motivasi kepada kami. Aku melihat, aku melihat mata Bu Tatik, mata beliau berkaca-kaca, seperti mau menangis. Pada saat itu, aku belum berpikir macam-macam.

Kemudian beliau melanjutkan memutar video berikutnya. Ketika semua video sudah diperlihatkan kepada kami. Beliau berkata dengan lembut, "Anak-anakku, mungkin saya hanya bisa mengantarkan kalian sampai disini. Maafkan semua kesalahan saya selama mengajari kalian." Rasanya sedih sekali ketika mendengar kalimat itu. Lalu hal yang tidak kuduga, Bu Tatik menangis. Sungguh, kali ini beliau menangis, menangis didepan kami. Baru kali ini aku melihat Bu Tatik menangis. Baru kali ini aku melihat seorang guru menangis di depan murid-muridnya. Baru kali ini aku merasa kehilangan sosok guru yang menjadi teladan bagiku. Dan baru kali ini aku mengerti arti dari kalimat, Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa..


Suasana diruang lab menjadi haru. Teman-temanku ikut menangis. Ah.. Engkau memang guru yang benar-benar sempurna dimataku... Suatu saat nanti aku akan merindukanmu.. Hiks..
 Ada beberapa kalimat dari beliau yang membuat aku tersentuh dan berpikir betapa mulianya hati beliau, guru yang sangat mencintai kami, menyayangi kami, murid-muridnya..

"Sebelum UN, kalian harus meminta maaf kepada guru-guru yang lain. Tapi tidak usah meminta maaf sama saya, karena dimata saya, kalian semua tidak ada yang salah."

"Tidak usah menghitung tinggal berapa hari lagi UN, yang penting masih ada waktu. Masih ada waktu untuk belajar, walaupun hanya beberapa hari."

Mungkin bagi orang lain kalimat itu terkesan biasa saja, tapi menurutku luar biasa :')
Aku janji, aku akan melakukan yang terbaik untuk ujian nasional biologi nanti. Semoga bisa mendapat hasil yang maksimal.

Setelah kejadian ini, aku jadi kepikiran sampai dua hari. Suer deh. Beruntung sekali punya guru seperti ini. Allah baik banget sudah mempertemukan aku dengan guru seperti Bu Tatik. Ya Allah, makasiih.. makasiih..
Pelajaran biologi hari ini tidak akan aku lupakan begitu saja. Pelajaran biologi terakhir. Akan menjadi kenangan manis dalam hidupku :')

Bu Tatik...
Guru yang sangat disiplin, pintar, selalu datang tepat waktu ke kelas. Seorang guru yang gesit alias penuh energi :D. Benar-benar guru teladan bagiku. Terima kasih atas bimbingan Ibu selama ini. WE LOVE YOU, Bu Tatik ♥ :')




Selasa, 19 Februari 2013

Ujian Nasional ? Siapa takut


Kelas 12.. Hanya dipenuhi oleh ujian, ujian, dan ujian. Try out tiap bulan, bimbel tiap hari, minggu pun aku masuk sekolah. Rasanya tidak ada kata libur, temanku saat ini hanya buku. Aku sadar, ada beberapa pelajaran yang belum aku kuasai. Ada perasaan bersalah ketika kita tidak belajar, apalagi sudah kelas 12 seperti sekarang ini. Belum lagi harus memikirkan untuk masuk PTN mana, jurusan apa, dll.

Tahun ini UN akan dibuat menjadi 20 paket soal. Tidak bisa membayangkan, 5 paket saja kami sudah bingung, apalagi sampai 20 paket. Awalnya aku merasa khawatir mendengar kabar ini. Tapi aku sadar, tidak ada kata 'tidak bisa', tidak ada yang mustahil di dunia ini, yang lain bisa kenapa aku tidak bisa? Semua sudah diatur sama yang diatas. Perbanyaklah latihan soal, asah kemampuan kita, asah otak kita untuk menjawab soal. Latihan soal membantu kita untuk mengetahui berbagai jenis soal UN. Bertahap, kita pasti bisa.

Kita sebagai pelajar juga tidak boleh hanya mengandalkan otak saja, kita juga harus mengandalkan doa. Berdoa supaya lulus, doakan teman-teman juga, doakan guru-guru kita juga. Believe in yourself, we can do it ! Yakin kalau kita bisa.

Memang susah ya jadi anak kelas 12, tapi itu semua kulakukan untuk masa depanku nanti, untuk masa depan yang cerah, agar bisa membanggakan orang tua dan guru-guruku.

Semoga kita semua bisa lulus dan apa yang kita cita-citakan tercapai. Dan untuk teman-teman kelasku, XII-IPA, sampai ketemu di gerbang kesuksesan kita nanti.



Sabtu, 01 Desember 2012

Guruku Pelita Hidupku

Untuk seseorang yang mengajarkanku arti tanggung jawab, mengajarkan aku arti kedewasaan... Guru kimia terbaik yang pernah kumiliki...

Ibu Pudji Setyaningsih.. atau sering aku panggil Bu Naning..



Bu Naning itu berbeda dengan guru-guru lainnya. Entah kenapa, setiap pelajaran yang ibu ajarkan selalu saja ada hal-hal yang menarik, lucu, dan menyenangkan. Gaya mengajar ibu juga khas sekali.
Aku sangat menghargai dan mengagumi cara Bu Naning mengajar. Dengan sabar ibu mengajarkan aku dan teman-teman pelajaran kimia. Walaupun kadang tingkah kami keterlaluan, bahkan aku tahu waktu itu ibu hampir berputus asa hanya karena kebodohan kami.

Ada satu cerita yang tidak bisa aku lupakan. Waktu itu hari Kamis, 29 November 2012, aku dan teman-teman harus mengumpulkan PR kimia yang lumayan banyak. Sehari sebelumnya, ketika pulang sekolah, aku langsung menyempatkan untuk mengerjakannya. Walaupun rasanya lelah sekali. Tapi aku tidak bisa menundanya, karena aku juga harus belajar Matematika untuk ulangan dan menyelesaikan PR Bahasa Inggris yang harus dikumpulkan pada hari yang sama. Ketika adzan Isya, semua PR kimia dan bahasa inggris sudah aku selesaikan, selanjutnya aku harus belajar matematika. Walaupun masih jam 19.30, rasa kantukku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Mataku sudah tidak kuat lagi. Kepala sudah terasa pusing. Akhirnya, kuputuskan untuk tidur saja. Keesokan harinya, ternyata sebagian dari teman-temanku tidak mengerjakan PR kimia. Padahal sehari sebelumnya, Bu Naning sudah mengingatkan kami untuk mengerjakan PR tersebut dan terpaksa ulangan yang mestinya dilaksanakan hari ini ditunda karena Bu Naning tahu kalau kami harus menyelesaikan banyak PR. Bu Naning marah. Ya, pasti. Bu Naning menyuruh mereka yang tidak mengerjakan PR keluar kelas. Baru kali ini aku melihat Bu Naning mengeluarkan murid dari kelas. Bu Naning pasti kecewa, terlihat dari raut wajahnya. Aku mengira kalau pelajaran kimia pada hari ini tidak akan menyenangkan, karena ibu pasti mengajar dalam keadaan marah. Tapi ternyata setelah mereka keluar kelas, Bu Naning memulai pelajaran seperti biasa. Tidak marah-marah dan tidak menyinggung masalah tadi. Sesekali senyumnya keluar ketika mengajar dan terselip sedikit candaan. Haaa... rasanya lega sekali melihat itu semua. Ternyata apa yang aku takutkan tidak terjadi. Pelajaran kimia tetap menyenangkan. YES! Ulalaaa~
Satu hal yang membuat aku kagum lagi yaitu Bu Naning selalu menyempatkan waktu untuk membalas setiap pertanyaan saya mengenai  pelajaran kimia  melalui pesan singkat yang saya kirim. Walaupun terkadang aku selalu merasa khawatir. Takut Bu Naning sedang sibuk dan aku mengganggu waktu ibu. Tapi ternyata ibu malah menyuruh teman-temanku yang lain untuk sms/menelpon jika ingin bertanya mengenai pelajaran kimia yang tidak dimengerti di luar jam sekolah.

Aku ingat ketika guru matematikaku, Pak Gatot, pernah mengatakan kalau Bu Naning adalah salah satu guru teladan se-Jawa Timur. Sebagai murid Bu Naning, aku ikut bangga mendengar hal itu. You're the best teacher who ever I have, surely. I'm very proud to be your student :) Ibu juga yang sudah bikin aku suka sama pelajaran kimia. Ini bener lho, bu. Huehehe
 Aku bersyukur sekali, karena Allah telah memberikanku guru yang sangat berharga seperti Bu Naning. Ibu bukan hanya seorang guru, tapi juga seorang motivator dan orang tua bagiku.

Walaupun hari guru sudah lewat seminggu yang lalu, ijinkan aku mengucapkan terima kasih atas kerja keras ibu mengajar selama ini, atas semua pengertian, nasehat, juga kesabaran ibu. Juga atas semua sikap ibu yang benar-benar menginspirasiku. Terima kasih ya Bu Naning.. Terima kasih banyak.. Aku tidak tahu lagi apa yang harus kuucapkan, karena sesungguhnya tidak ada kata yang cukup untuk mendeskripsikan rasa terima kasihku pada ibu...

Semoga suatu saat nanti Bu Naning dapat melihat kesuksesanku dan teman-teman, sebagai hadiah terbesar dan terindah untuk ibu... :')

Minggu, 28 Oktober 2012

Ada Gas Mulia, nih !

Kali ini saya akan membahas mengenai gas mulia atau dalam bahasa inggrisnya yaitu Noble Gases (wah keren ya). Kenapa harus gas mulia ? Karena saya suka sama unsur gas mulia (Jangan tanya kenapa saya suka).

Oke teman-teman, kalian pasti udah kenal sama yang namanya Gas Mulia, yang terletak di golongan VIII-A itu lhoo. Unsur-unsurnya yaitu, Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe), dan Radon (Rn). Mereka disebut gas mulia karena semua unsurnya berupa gas (ya iyalah !) yang sangat stabil, sehingga sangat sukar bereaksi dengan unsur lain.

Gas mulia dulu juga disebut golongan nol (entah kenapa saya juga tidak tahu). Unsur gas mulia terdapat dialam sebagai gas monoatomik, karena kulit terluarnya yang sudah terisi penuh. Hal ini menjadikan unsurnya tidak reaktif. Tapi Kr, Xe, dan Rn ternyata dapat "dipaksa" bereaksi dengan beberapa unsur, namun untuk He, Ne, dan Ar hingga sekarang belum berhasil direaksikan.

Gas mulia konfigurasinya oktet, afinitas elektronnya sangat rendah, titik leleh dan didihnya juga rendah. ← Itu semua sifat fisis dari gas mulia.

Sedangkan untuk sifat kimianya → makin ke bawah makin reaktif, unsurnya tak reaktif karena stabil, gas mulia sifatnya monoatomik.

Tabung ini berisi gar mulia. Dari kiri ke kanan, He, Ne, Ar, Kr, Xe. Keren banget yaa :D




Nah, sekarang saya mau jelasin nih satu persatu unsurnya. Cekidot..

HELIUM
Gas helium itu unsur yang tak berwarna, tak berasa, tak berbau, ataupun beracun. Tau gak sih kalian, helium itu satu-satunya unsur di dalam gas mulia yang konfigurasinya duplet lho ! Biasanya gas helium digunakan untuk mengisi balon udara. Sekarang kalian jadi tahu kan, ternyata bahan bakar balon udara itu adalah gas helium.

NEON
Neon berguna sebagai zat pendingin, nirmagnetik, tak berwarna, juga inert. Biasanya neon digunakan sebagai indikator tegangan tinggi, penangkap kilat, tabung wave meter, dan tabung televisi.

ARGON
Digunakan untuk mengisi bohlam lampu pijar, pembuatan silikon. Argon hampir tak bereaksi kimia. membentuk 1 % atmosfer bumi.

KRIPTON
Digunakan sebagai lampu fluorensensi. Kripton juga berguna untuk fotografi, yaitu sebagai lampu kilat.

XENON
Xenon ternyata bisa digunakan untuk membuat tabung elektron. Kalian tau gak apa itu tabung elektron ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tabung elektrnn itu adalah komponen elektronik yang terdiri atas tabung hampa yang dilengkapi elektroda atau ion.

RADON
Yang terakhir nih yaa, kita menuju ke radon. Radon berguna sebagai terapi kanker, karena mengandung bahan radioaktif berbahaya. Radon juga gas yang berbahaya bagi kesehatan lhoo ! Waahhhh....

Gimana ? nambah ilmu kan teman-teman :)


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_mulia
http://www.scribd.com/doc/53665657/Definisi-Gas-Mulia
http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/neon/
http://www.kamusbesar.com/58124/tabung-elektron

Jumat, 26 Oktober 2012

Sistem Periodik Unsur Buatanku

Nah ! Akhirnya selesai juga saya membuatnya. Setelah semalaman bolak-balik melototi monitor dan Tabel Periodik. Lumayan bagus juga hasilnya, tapi sayang kurang lengkap karena tidak ada harga Ar di tiap unsurnya.

Rasanya senang sekali punya Tabel Sistem Periodik buatan sendiri. Lebih puas rasanya :D


Kalau gambar diatas terlalu kecil, dan kalian mau download gambar yang lebih besar, bisa klik link dibawah ini yaa :D

Download Tabel Sistem Periodik Unsur

Kamis, 25 Oktober 2012

Masa SMA



Banyak orang bilang kalau masa SMA itu adalah masa yang paling indah, sulit untuk dilupakan, masih labil, usia canggung antara anak-anak dan dewasa, masa puber, masa yang penuh gejolak. Masa SMA adalah tempat bagi mereka yang tak kenal lelah dalam bermimpi, tempat untuk orang-orang yg merangkai asa dalam persahabatan. Putih abu-abu punya cerita tentang cinta, tawa, & segalanya. Hari-hari yang dimulai dengan kejamnya orientasi, lalu perkenalan, lalu persahabatan, lalu kenangan :')

Banyak kejadian yang tidak bisa dilupakan, misalnya nih yah, ngga bisa tidur semaleman gara-gara mikirin si 'Dia' , hobinya galau terus mikirin pacar ketimbang pelajaran, suka ngejailin guru, bolos bareng (yang akhirnya bakal dihukum bareng-bareng), dateng pagi-pagi cuma buat nyalin tugas/PR teman, punya teman sekelas yang aneh bin unik, suka ngomongin guru wkwkwkw (jangan ditiru :D), kadang kita iseng-iseng sering perhatiin gaya mengajar guru yang khas bin unik itu (pengalaman dikelasku, XII-IPA :p) dan otomatis akan ditiru sama muridnya. Main petak umpet sama guru cuma gara-gara suruh shalat, disuruh ngepel gara-gara datang terlambat, ngomongin anak kelas sebelah (ngegosip). Ah masa SMA? Terlalu banyak kenangan. Mau saya tumpahkan? Mungkin wadah ini tak cukup.

Berbagi cerita nih yaah, waktu itu tepatnya hari Sabtu, kami sekelas janjian untuk rujakan bareng di sekolah. Masing-masing anak sudah dikasih bagian untuk membawa buah, krupuk, pisau, sambel, dll. Rencananya kami rujakan setelah pulang sekolah. Tapi pada saat pelajaran agama (jam terakhir), guru kami sedikit heran dengan adanya segala macam makanan yang ada di pojok kelas. Dan kalian tau ngga sih, ternyata beliau memperbolehkan kami untuk rujakan selama 1 jam diambil dari 2 jam pelajaran agama, dan otomatis pelajaran agama waktu itu cuma 1 jam aja :D hahaha (makasih Bu Siti.. We Love You :D)


Hati-hati pisaunya temaan >.<
XII-IPA yang kece-kece :D





Para pirates sedang menyerbu makanan
Tak terasa 6 bulan lagi masa-masa ini akan berakhir. Sadar atau tidak. saat-saat yg paling indah dan tak terlupakan adalah saatnya untuk berpisah :)
Putih abu-abu bukan judul lagu, tapi saksi bisu anak remaja yang baru kenal dunia.
Ketika masa putih abu-abu itu telah lewat, baru kita sadar betapa berartinya dan menakjubkanya masa-masa itu. Bagi yang baru mau memasuki masa putih abu-abu, ataupun yang sedang dalam masa putih abu-abu. Nikmatilah masa-masa itu, selagi kalian dapat merasakannya :)

Minggu, 30 September 2012

Galau Memilih Jurusan

Aku bingung mau masuk jurusan apa setelah lulus SMA nanti. Orang tua ingin aku masuk kedokteran, tapi entah kenapa aku merasa kurang yakin memilih jurusan itu. Setiap kali orang bertanya, "setelah lulus nanti mau lanjutin kemana?", aku tidak yakin kalau menjawab "kedokteran", sepertinya ada yang menjanggal di hati. Aku lebih tertarik untuk masuk ke jurusan kimia MIPA. Mungkin karena aku sangat suka dengan pelajaran kimia. Tapi banyak saudaraku yang mengatakan kalau masuk dijurusan kimia itu prospek kerjanya sangat sedikit, mereka bilang kalau mau milih jurusan itu harus dilihat dulu prospek kedepannya. Awalnya aku menuruti permintaan mereka untuk masuk kedokteran, tapi lama-lama aku mulai tertarik untuk masuk MIPA lagi. Aku coba search di google tentang prospek kerja jurusan MIPA, ada banyak sekali, salah satu diantaranya menjadi ilmuwan/peneliti, guru/dosen, atau bekerja di laboratorium. Aku semakin yakin untuk masuk jurusan itu.

Kelas 12 tak perlu memboyong nama besar suatu Universitas jika apa yang mereka pilih tidak berdasarkan keinginan hati nurani mereka. Percuma mereka masuk di Universitas Negeri ternama sekalipun kalau jurusan yang mereka ambil tidak mereka sukai dan kuasai. Sukses bukan apa-apa bila kita tidak menikmatinya. Tidak ada orang yang sukses hanya gara-gara dia kuliah di jurusan/fakultas tertentu. Mereka sukses karena belajar & bekerja sungguh-sungguh sehingga jadi baik! Kerjakan apa yang kamu sukai, FOLLOW your passion! Dan aku yakin, passionku ada di kimia :)

Ada beberapa artikel yang aku copas, yang menurutku menarik untuk dibaca :

1. Jurusan kedokteran atau kedokteran gigi adalah jurusan elit yang memberikan jaminan kaya. Jurusan ini menjadi incaran sebagian besar lulusan SMA. Jurusan ekonomi dan bisnis juga demikian. Akan tetapi bagaimana dengan jurusan yang tidak favorit seperti MIPA, pertanian, kehutanan, filsafat, budaya? Daripada ngambil jurusan kayak gitu lebih baik berhenti sekolah sekalian. Ngapain? Kerjanya juga gak ada… Inilah anggapan yang beredar di masyarakat. Kerja, kerja, dan kerja… Hanya itulah fungsi kuliah di sini. Padahal kalau saja orientasi kuliah untuk bekerja ini dihapus, kita bisa katakan segala jurusan memiliki prospek yang bagus. Saya mengatakan prospek, bukan prospek kerja. Sekali lagi saya katakan, kuliah adalah untuk berkarya. Bukan bekerja. Coba saja kita tengok negara-negara maju. Jurusan Ilmu Alam (Natural Sciences)  lulusannya akan dipakai di dunia penelitian sebagai ilmuwan dan hasil riset mereka dapat digunakan untuk perkembangan negara. Pada intinya sebenarnya jurusan-jurusan yang saya sebutkan diatas (MIPA) memang kurang begitu bisa diterima di dunia komersial atau industri, akan tetapi lebih dari itu, jurusan-jurusan diatas bisa menjadi jurusan yang melahirkan para ilmuwan-ilmuwan besar dan bisa berkontribusi di masyarakat. Bukankah banyak kita lihat para ilmuwan seperti Albert Einstein, Madame Curie, Antoinne Lavoisier, atau bahkan Yohanes Surya lahir dari fakultas MIPA? Sering sekali anggapan masyarakat keliru soal jurusan ini. MIPA dianggap sebagai jurusan yang mendidik guru atau dosen sehingga lulusannya pun sudah dapat dipastikan bakal menjadi guru atau dosen.Diluar negeri dapat dipastikan lulusan jurusan2 ini akan menjadi ilmuwan. Akan tetapi kembali lagi, di Indonesia sulit untuk bergerak di bidang ini. Hampir tidak ada yayasan yang mau membiayai para peneliti di Indonesia. Walhasil, mereka malah justru dicaplok negara lain. Otak mereka diserap oleh negara lain untuk kepentingan negara itu. Oleh karena itu, janganlah takut mengambil jurusan MIPA. JIka memang tujuan kalian adalah menjadi peneliti, maka pilihlah MIPA. Jangan malu kuliah di MIPA hanya karena tidak memberikan prospek “kerja”. Banggalah kuliah di MIPA karena di MIPA-lah para ilmuwan terbesar lahir. Karena MIPA-lah kita bisa merasakan perkembangan dunia yang dirangkai oleh para ilmuwan. (http://joevaryanwords.wordpress.com/2009/06/05/mipa-dan-ilmuwan/)



2. para ilmuwan di negeri ini kurang dihargai, riset yang dilakukan para peneliti seakan hanya dianggap main-main tanpa dikembangkan dengan serius, kita bandingkan dengan Negara riset, contoh Jerman dan Jepang, mereka totalitas untuk menemukan dan mereka totalitas untuk mengembangkan, semua cabang ilmu saling dihargai, tidak ada diferensiasi mana yang lebih hebat mana yang lebih berpengaruh, tapi di jepang mereka punya satu misi, berbakti untuk negeri dengan industri, begitu dengan jerman, tiada hari tanpa riset, tiada hari tanpa ilmu, pemerintah mendukung total riset-riset yang muncul dari saintis-saintis jerman, tak jarang jika negeri kita kalah telak dengan jerman dan jepang, bahkan dari segi apapun mulai dari sepak bola, politik, ekonomi, keuangan, industri, sains dan lain-lain, pola pikir instan membuat negeri kita jalan ditempat, tertinggal dari Negara-negara lain, kurangnya perhatian terhadap saintis-saintis muda membuat mereka (baca: ilmuwan) kurang percaya diri.
Coba kita lihat Professor-Professor dari Kimia Indonesia, banyak yang jadi Invite Speaker baik di Simposium, Seminar, Konferensi dan sebagiannya, salah satunya adalah Prof.Harno Dwi Pranowo, Professor di bidang Kimia Komputasi ini sangat sering menjadi Invite speaker dalam Simposium, Konferensi dan sebagiannya baik di Indonesia maupun di Luar negeri, akhir-akhir ini beliau menjadi Invite speaker di Turki dan Israel, ini adalah contoh kesuksesan Chemist yang benar-benar mengerti makna dari kata love and life is chemistry. (http://kmkimia.mipa.ugm.ac.id/2012/07/opichemists-kenapa-sih-masuk-kimia-mipa/)

3. "begini sudah salah dari mental , orang2 ingin kuliah karena mau kerja , mau kerja karena mau dapat duit , mau duit karena mau hidup kecukupan/berlebihan/aman/nyaman...
kenapa setelah lulus sma ga langsung kerja? pasti jawabannya , kerjanya ntar berat , gengsi karena teman lain kuliah, gajinya tak besar, sma lebih sedikit lowongan. percayalah , yang namanya gaji/uang/kekayaan/pekerjaan itu semua sesuai dengan kualitas dirimu.



Jurusan terbaik adalah yang sesuai dengan minat kita, jurusan yang termudah adalah jurusan yg kita sukai. Dan mimpiku, tak akan kubiarkan hanya menjadi sekedar MIMPI !